Jakarta, bocorhalus.co.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuka babak baru penyelidikan korupsi di tubuh BUMN. Setelah kasus Digitalisasi SPBU Pertamina memasuki tahap penyidikan, kini giliran PT LEN Industri (Persero) yang ikut disorot lembaga antirasuah.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi adanya aktivitas penyelidikan baru terkait dugaan korupsi di PT LEN Industri. Namun, Asep memilih irit bicara. “Masih lidik, ya. Tapi belum bisa saya sampaikan,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Desember 2025.
Pernyataan Asep membuka ruang spekulasi bahwa ada lebih dari satu perkara yang kini tengah digarap KPK di sektor elektronik dan digitalisasi proyek pemerintah. Ia menegaskan, penyelidikan di PT LEN Industri merupakan perkara berbeda, bukan bagian dari kasus Digitalisasi SPBU Pertamina yang telah naik ke tahap penyidikan.
“Kalau lidik berbeda, ada perkara lain yang sedang lidik. Digitalisasi SPBU juga ada tapi itu sudah sidik,” kata Asep.
Jejak PT LEN Industri di Kasus Digitalisasi SPBU
Meski disebut terpisah, PT LEN Industri tetap terseret dalam perkara Digitalisasi SPBU. Sejumlah pihak dari perusahaan itu telah dipanggil untuk dimintai keterangan, salah satunya mantan Direktur PT LEN Industri, Bobby Rasyidin, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Bobby diperiksa pada 28 Agustus 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terkait perhitungan potensi kerugian negara dalam proyek Digitalisasi SPBU Pertamina.
Tiga Tersangka dan Dugaan ‘Harga yang Tidak Wajar’
KPK sebelumnya telah menetapkan tiga tersangka dalam proyek Digitalisasi SPBU Pertamina tahun 2018–2023. Saat itu, Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika menyebut identitas mereka sebagai DR dan W dari PT Telkom serta Elvizar, Direktur PT Pasific Cipta Solusi.
Mereka diduga memanipulasi proses pengadaan hingga memunculkan kemahalan bayar, membuat negara menanggung kerugian dalam proyek yang seharusnya meningkatkan transparansi dan efisiensi distribusi bahan bakar Pertamina.
Dua Arah Penanganan: Penyidikan Jalan, Penyelidikan Baru Dibuka
Dengan berjalannya dua jalur penanganan kasus penyelidikan PT LEN Industri dan penyidikan Digitalisasi SPBU. KPK kini menghadapi tantangan pembuktian yang berlapis. Meski informasi masih minim, pengusutan di PT LEN Industri menandai bahwa lembaga antikorupsi tersebut tidak hanya mengutak-atik proyek digitalisasi SPBU, tetapi juga relasi perusahaan-perusahaan BUMN yang terlibat dalam rantai teknis proyek itu.
Namun sampai kini, publik hanya bisa menunggu perkembangan berikutnya. Asep memastikan detail perkara belum bisa disampaikan, sebuah pola komunikasi yang sering muncul ketika KPK tengah mengendus dugaan korupsi yang sensitif atau melibatkan jejaring luas di BUMN.
KPK belum mengumumkan nama tersangka baru, namun arah angin penegakan hukum sedang jelas: penguatan fondasi digitalisasi BUMN tak boleh jadi pintu masuk mark-up dan bancakan proyek. (*)







