Menu

Mode Gelap
Skandal Ekspor POME Rugikan Negara Rp14 Triliun, Mantan Dirjen Bea Cukai Dipanggil Penyidik Kejati DKI Bongkar Rekayasa Proyek Fiktif di Kementerian PU Seorang Warga Nunukan Klaim Jadi Korban Intimidasi dan Premanisme, Diduga Ada Keterlibatan Pejabat Daerah Ditengah Efisiensi dan Pemerataan Pembangunan, Anggaran Videotron di Nunukan Malah Capai Rp7,9 Miliar Dana MBG Tembus Rp171 T, KPK Temukan 8 Potensi Korupsi KPK Lanjutkan Penyidikan Baru, Rita Widyasari Belum Sepenuhnya Bebas dari Jerat Hukum

Hukum dan Kriminal

Seorang Warga Nunukan Klaim Jadi Korban Intimidasi dan Premanisme, Diduga Ada Keterlibatan Pejabat Daerah

badge-check


					Foto hanyalah ilustrasi by AI. Perbesar

Foto hanyalah ilustrasi by AI.

Nunukan, bocorhalus.co.id- Dugaan aksi premanisme yang melibatkan puluhan orang terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Peristiwa itu disebut mengakibatkan kerusakan rumah warga, kandang ternak, intimidasi terhadap masyarakat, hingga dugaan pencurian ternak kerbau.

Kasus tersebut menjadi perhatian publik setelah adanya dugaan sejumlah nama pejabat daerah dan oknum anggota DPRD Nunukan disebut-sebut memiliki kedekatan dengan pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut.

Seorang warga Nunukan sekaligus pegiat media sosial, Hamseng, menilai aksi itu tidak terjadi secara spontan. Ia menduga terdapat keterlibatan kelompok yang memiliki hubungan dengan lingkar kekuasaan di daerah.

“Orang-orang yang turun di lapangan itu terafiliasi dengan para pejabat yang disebut,” kata Hamseng, Sabtu, 09 Mei 2026.

Dalam keterangannya, Hamseng menyebut sejumlah inisial, yakni IS yang merupakan Bupati Nunukan, SBR yang disebut sebagai kerabat pejabat daerah, serta dua anggota DPRD Nunukan berinisial AP dan SD.

Ia menduga pihak-pihak tersebut memiliki kedekatan dengan kelompok yang melakukan intimidasi dan pengrusakan di lapangan. Namun, Hamseng tidak menjelaskan lebih rinci bentuk keterlibatan yang ia maksud.

Hamseng juga menuding salah satu anggota DPRD berinisial AP pernah dikaitkan dengan aksi serupa sebelumnya.

“Untuk AP ini bukan pertama kali disebut dalam peristiwa seperti ini. Sebelumnya juga pernah ada pengerahan massa,” ujarnya.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam tudingan tersebut.

Hamseng selama ini dikenal aktif mengkritik kebijakan Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui media sosial. Ia menduga aktivitas kritik tersebut menjadi salah satu alasan dirinya ikut mendapat tekanan.

“Rumah saya juga sempat didatangi sekelompok orang yang saya duga terkait dengan mereka,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Hamseng selaku korban, bahwa kelompok yang diduga terlibat disebut berkumpul di kediaman seorang warga berinisial LM sebelum bergerak menuju sejumlah lokasi.

Sekitar 50 orang dilaporkan mendatangi titik-titik tertentu yang diduga menjadi sasaran. Sejumlah nama seperti AM, BHR, dan RSL disebut berada di barisan depan kelompok tersebut.

Selain itu, muncul dugaan keterlibatan sejumlah orang dari wilayah Sebatik, termasuk seorang berinisial DM bersama beberapa rekannya. Mereka diduga ikut melakukan pengrusakan fasilitas milik warga serta membawa ternak kerbau milik korban.

Dalam kejadian itu, warga juga melaporkan adanya kelompok lain yang melakukan penyisiran di kawasan lapak ayam sambil membawa senjata tajam dan balok kayu. Situasi tersebut disebut menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Sejumlah terduga pelaku dilaporkan meninggalkan tiga unit sepeda motor di lokasi kejadian saat melarikan diri. Kendaraan tersebut kini disebut dapat menjadi barang bukti dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, warga dan pihak korban masih mengumpulkan bukti tambahan untuk memperkuat laporan kepada aparat penegak hukum.

Kasus ini memunculkan desakan agar kepolisian bertindak cepat dan independen dalam menangani perkara. Sebagian warga khawatir proses hukum dapat dipengaruhi oleh kedekatan para pihak dengan elite daerah. (ilm/red/cn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Skandal Ekspor POME Rugikan Negara Rp14 Triliun, Mantan Dirjen Bea Cukai Dipanggil

22 Mei 2026 - 10:35 WITA

Penyidik Kejati DKI Bongkar Rekayasa Proyek Fiktif di Kementerian PU

22 Mei 2026 - 10:03 WITA

Ditengah Efisiensi dan Pemerataan Pembangunan, Anggaran Videotron di Nunukan Malah Capai Rp7,9 Miliar

4 Mei 2026 - 09:38 WITA

Dana MBG Tembus Rp171 T, KPK Temukan 8 Potensi Korupsi

20 April 2026 - 07:39 WITA

KPK Pastikan Kerugian Negara di Kasus Kuota Haji, Yaqut Tersangka

9 Januari 2026 - 10:02 WITA

Trending di Headline